Rabu, 23 Juli 2014

SOFTWARE AL-QUR'AN GRATIS 2014

SOFTWARE AL-QUR'AN GRATIS 2014

software AL-QUR'AN canggih dari arab saudi yang GRATIS tanpa crack/patch/ keygen dari salah satu universitas di arab saudi.
software ini bernama
"AYAT"

kelebihan software ini
-gratis tanpa bayar
- offline (tidak koneksi ke internet)
- lengkap dari juz 1 sampai juz 30
- ada terjemahan b. indonesia
- ada tafsir jalalain ( bahasa indonesia) tafsir ibnu katsir (bahasa arab)
- ada suara orang mengaji (harus download terpisah sekitar 800 mb-an )
- ada tajwidnya (harus download terpisah 80 mb)

ini link download file al-qur'an nya...
http://quran.ksu.edu.sa/ayat/?do=download&os=win&type=standard&ver=latest (windows xp, 7, 8, 8.1 ukuran file 130 mb)
http://quran.ksu.edu.sa/ayat/?do=download&os=linux&type=standard&ver=latest (linux )
http://quran.ksu.edu.sa/ayat/android/ (android)
http://quran.ksu.edu.sa/ayat/ios/ (ios)

jika ingin ada suara orang mengajinya silahkan download ini juga
http://quran.ksu.edu.sa/ayat/?do=download&type=telawa&qaree=afasy (syekh mishari al-efasi)
http://quran.ksu.edu.sa/ayat/?do=download&type=telawa&qaree=ghamidi (syekh saad al ghamdi)

sya sudah coba di windows xp,7,8,8.1 dan semuanya berhasil

cara install di windows xp,7,8,8.1
1. klik 2 kali file yang bernama ayat.exe
2. lalu pilih next
3. pilih finish
4. pilh b.indonesia
5. biarkan saja (jangan tutup program)
6. jika sudah selesai... klik sempurna
7. jika di situ terjemahanya b. arab klik aja terjemah lalu pilih b. indonesia
selesai..
jika ingin ada suara orang mengajinya.. tinggal anda download file audionya.. yang tadi saya kasih linknya... jika sudah selesai.. tinggal klik aja 2 kali.. lalu tunggu sampai selesai.. maka otomatis sudah masuk di software tadi.
untuk link tajwidnya saya lupa.. hehe

sekian dari saya.. semoga bermanfaat
BACA ARTIKEL TERBAIK LAINYA 
BACA DISINI

Minggu, 25 Mei 2014

Motivasi Dari Al-Quran

Motivasi Dari Al-Quran   

          Seharusnya kita ingat bahwa nikmat Allah SWT terlalu banyak. Sekiranya kita hilang sesuatu nikmat yang Allah SWT pinjamkan ada banyak lagi nikmat Allah SWT di alam ini.

1.     “Dan apabila kamu menghitung ni’mat Allah, nescaya kamu tidak akan dapat menghitungnya” (Q.S. Ibrahim: 34)
      
2.     “Apabila kamu bersyukur nescaya akan Aku tambahkan nikmat-Ku, dan apabila kamu kufur maka adzab-Ku sangat pedih” (Q.S. Ibrahim:7)      

3.     “Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum hingga mereka mengubah diri mereka sendiri”(Q.S. Ar-Ra’d:11)

4.     “Dan boleh jadi kamu membenci sesuatu tetapi ia baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu tetapi ia buruk bagimu, dan Allah mengetahui dan kamu tidak mengetahui “ (Q.S. Al-Baqarah:216)

5.     “Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah pula kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi derajatnya, jika kamu orang-orang yang beriman.” (Q.S. Al-Imran: 139)

6.     “Dan janganlah kamu berputus asa daripada rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa daripada rahmat Allah melainkan orang-orang yang kufur.” (Q.S. Yusuf: 87)


7.     “Allah tidak membebani seseorang itu melainkan sesuai dengan kesanggupannya.” (Q.S. Al-Baqarah: 286)

8.     “Maka sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan.” (Q.S. Al-Insyirah: 5-6)

9.     “Wahai orang-orang yang beriman mintalah pertolongan melalui Sabar dan Shalat, sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar. Dan benar-benar akan Kami uji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, dan kekurangan buah-buahan, dan berilah kabar gembira bagi orang-orang yang sabar, (yaitu) yang apabila mereka tertimpa musibah mereka mengatakan “Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan kepada-Nya kami kembali”(Q.S. Al-Baqarah: 155-156)


10.  “Sesungguhnya taubat di sisi Allah hanyalah taubat bagi orang-orang yang mengerjakan kejahatan lantaran kejahilan, yang kemudian mereka bertaubat dengan segera, maka mereka itulah yang diterima Allah taubatnya, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. Dan tidaklah taubat itu diterima Allah dari orang-orang yang mengerjakan kejahatan yang hingga apabila datang ajal seseorang di antara mereka, barulah ia mengatakan: Sesungguhnya saya bertaubat sekarang. Dan tidak (pula diterima taubat) orang-orang yang mati sedang mereka dalam kekafiran. Bagi orang-orang itu telah Kami sediakan siksa yang pedih.” (Q.S. An-Nisa: 17-18)

11.  “Barang siapa bertakwa kepada Allah maka Dia akan menjadikan jalan keluar baginya, dan memberinya rizki dari jalan yang tidak ia sangka, dan barang siapa yang bertawakkal kepada Allah maka cukuplah Allah baginya, Sesungguhnya Allah melaksanakan kehendak-Nya, Dia telah menjadikan untuk setiap sesuatu kadarnya” (Q.S. Ath-Thalaq: 2-3)
BACA ARTIKEL TERBAIK LAINYA 
BACA DISINI

Selasa, 29 April 2014

Di Balik Senyum Habib Munzir Al Musawa Saat Meninggal Dunia

Di Balik Senyum Habib Munzir Al Musawa Saat Meninggal Dunia

Di saat umat Islam Indonesia berduka kehilangan sosok ulama dan dai yang bersahaja seperti dirinya, rupanya Habib Munzir Al Musawa justru tersenyum saat meninggal dunia. Demikian Habib Nabil Al Musawa mengungkapkan kondisi Habib Munzir saat berpulang ke rahmatullah.
"Beliau meninggal dalam keadaan tersenyum," ujar kakak kandung Habib Munzir itu sambil menitikkan airmata di depan rumah duka, Jl Pancoran Indah I RT 08/04 Kompleks Liga Mas, Pancoran, Jakarta Selatan, Senin (16/9).
Tersenyum saat meninggal dunia mengingatkan kita pada jenazah para syuhada’. Misalnya dari foto-foto syuhada di Palestina, Mesir dan Suriah yang menunjukkan senyuman di wajah mereka. Dari hadits yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dan Ibnu Majah, salah satu keistimewaan syuhada’ adalah diperlihatkan tempat tinggalnya di surga. Siapakah yang tidak bahagia ketika diperlihatkan bahwa tempat tinggalnya nanti adalah surga? Dan kebahagian pada saat menyongsong maut itu memancar dalam wajah dan mengembangkan bibirnya. Jadilah ia tersenyum.
Jika untuk para syuhada’ penjelasannya seperti itu, bagaimana dengan ulama dan para dai seperti Habib Munzir yang tidak meninggal dalam kondisi perang? Wallahu a’lam bish shawab. Bisa saja seseorang tidak meninggal dalam jihad qital fi sabilillah, tetapi ia menjadi syahid. Sebagaimana sabda Rasulullah, “Barangsiapa mengharapkan mati syahid dengan sungguh-sungguh, maka Allah akan memberikannya meskipun ia mati di atas tempat tidur” (HR Muslim)
Maka kita berhusnudhan kepada seluruh muslim, terlebih para ulama dan da’inya yang berjuang membela agama Allah, ketika mereka meninggal dunia dalam kondisi beriman dan taat kepada Allah, mereka memperoleh husnul khatimah. Jika kemudian wajah mereka tampak bahagia atau senyum mengembang di bibir mereka saat meninggal dunia, barangkali itu adalah alamat atau tanda-tanda bahwa mereka bahagia berjumpa dengan Rabbnya.
Kembali mengenai Habib Munzir, sang kakak bercerita mengenai kesungguhan beliau dalam mendakwahi umat. Bahkan, sakit pun tak dirasa demi perjuangan agar umat mengikuti jejak Rasulullah. Dan karenanyalah, majlis taklimya diberi nama Majelis Rasulullah.
"Dalam keadaan pakai kursi roda beliau mengisi acara, bahkan pakai tempat tidur, beliau tetap ngisi. Penyakit beliau banyak, di kepala, tulang belakang, asma. Bahkan sampai ada cairan di perut, tapi alhamdulillah sudah berhenti."
Tidak hanya melakukan amar ma’ruf, Habib Munzir juga mengingatkan umat Islam dari bahaya Syiah yang suka mencaci sahabat. Padahal, Ali beserta putranya, Hasan dan Husein, yang diklaim Syiah sebagai imam mereka, tidak pernah mencaci sahabat dan sesama umat Islam.
Maka tulisan singkat ini bukan untuk ‘mengagungkan’ almarhum karena meninggal dalam keadaan tersenyum seperti kesaksian sang kakak, tetapi lebih sebagai ibrah dan renungan bagi kita. Agar kita bersiap menghadapi kematian dengan memperkokoh iman dan meningkatkan ketaqwaan. Terus menambah amal shalih dan tidak berhenti berjuang membela Islam. Hingga sampailah kita pada satu kalimat nasehat: “Dulu saat kita lahir orang-orang tersenyum dan kita menangis. Dan biarlah ketika kita mati, giliran orang-orang menangis, dan kitalah yang tersenyum.” [Abu Nida]
sumber: http://www.bersamadakwah.com/2013/09/di-balik-senyum-habib-munzir-al-musawa.html

Minggu, 20 April 2014

Wanita Yang Baik Agamanya itu...

Wanita Yang Baik Agamanya itu...

 Rasulullah Saw Bersabda: “Wanita itu dinikahi karena empat hal; karena hartanya, kedudukannya, kecantikannya dan agamanya. Maka pilihlah karena agamanya, niscaya kamu akan beruntung.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Wanita yang baik agamanya, ketika ia kaya, ia tidak sombong. Ia justru dermawan, suka berinfaq dan mendukung perjuangan dakwah suami dengan hartanya.

Wanita yang baik agamanya, ketika ia memiliki kedudukan tinggi dan nasab yang mulia, ia tidak menghina orang lain. Ia justru menjadi wanita yang mulia dan menggunakan kedudukannya untuk membela kebenaran.

Wanita yang baik agamanya, ketika ia cantik, ia tidak membuat suaminya resah. Ia justru menjadi penghibur hati dan penyejuk mata bagi suaminya tercinta. Wallahu a’lam bish shawab.

BACA ARTIKEL TERBAIK LAINYA 
BACA DISINI
 semoga bermanfaat ^_^

Kisah Si Cantik Dan Jelek, Bersabar Dan Bersyukur

Kisah Si Cantik Dan Jelek, Bersabar Dan Bersyukur

Ketika menelusuri sebuah jalan di kota Bashrah, Al Atabi melihat seorang wanita yang sangat cantik sedang bersendau gurau dengan seorang lelaki tua buruk rupa. Setiap kali wanita itu berbisik, laki-laki tersebut pun tertawa.

Al Atabi yang penasaran kemudian memberanikan diri bertanya kepada wanita itu. “Siapa laki-laki tersebut?”

“Dia suamiku”

“Kamu ini cantik dan menawan, bagaimana kamu dapat bersabar dengan suami yang jelek seperti itu? Sungguh, ini adalah sesuatu yang mengherankan” Al Atabi meneruskan pertanyannya.
“Barangkali karena mendapatkan wanita sepertiku, maka ia bersyukur. Dan aku mendapatkan suami seperti dirinya, maka aku bersabar. Bukankah orang yang sabar dan syukur adalah termasuk penghuni surga? Tidak pantaskah aku bersyukur kepada Allah atas karunia ini?”

Al Atabi kemudian meninggalkan wanita itu disertai kekaguman. Ulama Al Azhar, Dr Mustafa Murad, juga kagum dengan wanita itu sehingga memasukkan kisah ini dalam bukunya Qashashush Shaalihiin. Kedua ulama tersebut tidaklah kagum kepada wanita itu karena kecantikannya. Mereka kagum karena agamanya.

Dan benarlah pesan Rasulullah: “Wanita itu dinikahi karena empat hal; karena hartanya, kedudukannya, kecantikannya dan agamanya. Maka pilihlah karena agamanya, niscaya kamu akan beruntung.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Wanita yang baik agamanya, ketika ia kaya, ia tidak sombong. Ia justru dermawan, suka berinfaq dan mendukung perjuangan dakwah suami dengan hartanya.

Wanita yang baik agamanya, ketika ia memiliki kedudukan tinggi dan nasab yang mulia, ia tidak menghina orang lain. Ia justru menjadi wanita yang mulia dan menggunakan kedudukannya untuk membela kebenaran.

Wanita yang baik agamanya, ketika ia cantik, ia tidak membuat suaminya resah. Ia justru menjadi penghibur hati dan penyejuk mata bagi suaminya tercinta. Wallahu a’lam bish shawab. [Abu Nida]

BACA ARTIKEL TERBAIK LAINYA 
BACA DISINI

Kamis, 17 April 2014

Kisah Debat Nabi Muhammad saw vs Kristen/Nasrani

Kisah Debat Nabi Muhammad saw vs Kristen/Nasrani

Utusan dari kaum Nasrani Najran itu dipimpin oleh tiga orang terkemuka Najran, yakni Al-Aqib, Muhsin dan seorang oleh seorang uskup agung dengan diiringi pula dua orang Yahudi terkemuka. Utusan itu datang menemui Nabi di Madinah. Kedatangan utusan Nasrani Najran itu tidak ada maksud lain, kecuali untuk mendebat dan menantang nabi beradu argumen.
Setelah sampai di Madinah, utusan kaum Nasrani Najran itu kemudian menemui Rasul. Di depan nabi, sang uskup langsung mengajukan pertanyaan,” Wahai Abul Qasim (yang tak lain merupakan sebutan untuk nabi Muhammad), siapakah ayah nabi Musa?”
Nabi pun menjawab dengan sopan dan lembut, “Imran.”
Lalu, sang uskup itu bertanya lagi, “Lalu, siapakah ayah Yusuf?”
“Ya`qub,” jawab nabi tanpa ragu.
Sang uskup itu kemudian melanjutkan pertanyaan, “Semoga aku menjadi penebus bagi Anda. Lalu, siapakah ayah Anda?”
Nabi menjawab dengan tegas, “Abdullah bin Abdul Muththalib.”
Sang uskup itu bertanya lebih lanjut, “Siapakah ayah Isa?”
Sejenak Rasulullah diam. Wahyu dari Allah kemudian turun kepada nabi Muhammad, “(Katakan) ia ruh Allah dan kalimat-Nya.”
Sang uskup lalu bertanya lagi, “Dapatkah ia menjadi ruh tanpa memiliki tubuh?”
Lagi-lagi sebuah wahyu disampaikan pada nabi Muhammad SAW. Dan wahyu itu berbunyi, “Sesungguhnya misal (penciptaan) Isa di sisi Allah, adalah seperti (penciptaan) Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya, ‘Jadilah (seorang manusia), maka jadilah dia’.” (QS. Ali Imran: 59)
Usai mendengar jawaban itu, sang uskup mengajukan keberatan pada nabi --yang mengatakan bahwa Isa as diciptakan dari tanah. Sementara, Rasul tak sedikitpun ragu karena nabi Muhammad menyandarkan kebenaran itu dari wahyu, “Kebenaran (mengenai Isa) itu datang dari Allah, Tuhanmu. Karena itu, janganlah termasuk orang yang ragu.” (QS. Ali Imran: 60)
Sang uskup lalu berkata, “Muhammad, kami tidak menemukan ini ada di dalam Taurat, Injil atau pun Zabur. Engkaulah orang pertama yang mengatakan tentang hal ini.
Seketika itu nabi mendapat wahyu dari Allah yang berbunyi, “Siapa yang membantahmu tentang kisah Isa sesudah datang ilmu (yang meyakinkanmu), maka katakanlah (kepadanya), ‘Mari kita memanggil anak-anak kami dan anak-anak kalian, istri-istri kami dan istri-istri kalian, diri kami dan diri kalian; kemudian mari kita bermubahalah kepada Allah dan kita minta supaya laknat Allah ditimpakan kepada orang-orang yang dusta’.” (QS. Ali Imran: 61)
Setelah mendengar ayat tersebut, para utusan itu ternyata tak mau kalah dan berkata, “Tetapkanlah bagi kita sebuah rapat yang khitmad (yang mana setiap pihak bermohon pada Allah untuk mengutuk pihak yang lain jika mereka pendusta).”
“Esok pagi –insyaallah,” jawab nabi.
Peristiwa Mubahalah
Malam akhirnya berlalu, dan hari kemudian berganti menjadi pagi.
Di pagi itu, nabi Muhammad menunaikan shalat subuh lalu menyuruh Ali untuk mengikuti beliau. Bersama itu pula, Fatimah menggamit Hasan dan Husain untuk mengikuti Ali. Sebelum berangkat, Nabi sempat memerintahkan kepada mereka, “Ketika aku berdoa, kalian harus mengatakan, ‘Amin’.”
Nabi bersama ahlul bait kemudian menuju tempat yang sudah disetujui kedua belah pihak sebelumnya guna mengadakan mubahalah (kedua pihak berbeda keyakinan mau membuktikan kebenarannya masing-masing dengan bersumpah kepada Allah serta bersama memohon kepada-Nya agar melaknat (mengutuk) dan menimpakan bencana besar kepada pihak yang batil).
Bersamaan itu, utusan kaum Nasrani itu pergi bersama dengan beberapa keluarga mereka menuju tempat tersebut. Kedua kelompok (keluarga nabi dan keluarga utusan kaum Nasrani) itu kemudian berdiri dalam keadaan terpisah menghadap ke arah sebuah bukit yang terlihat agak jauh.
Setelah kedua pihak itu bertemu, utusan dari kaum Nasrani meminta nabi untuk mengikrarkan mubahalah lebih dulu. Nabi maju beberapa langkah dan mubahalah pun hendak diikrarkan. Tapi, tiba-tiba terjadi satu hal di luar dugaan. Langit yang semula menentramkan, tiba-tiba tampak mencekam dan di atas bukit pun tampak awan hitam yang bergumpal-gumpal, bahkan makin lama justru semakin berwarna merah menyala mirip bola api yang berkobar terang dan menyala-nyala hendak menghancurkan segala sesuatu yang berada di bukit. Awan yang bergumpal itu kemudian berlahan-lahan bergerak ke tempat mubahalah, di mana kedua belah pihak berdiri.
Setelah melihat warna langit yang tiba-tiba mencekam itu, sontak utusan dari kaum Nasrani merasa merinding dan dicekam rasa takut. Hati mereka pun digerus perasaan gelisah, jika laknat itu benar-benar menjadi kenyataan. Maka para utusan dari kaum Nasrani itu saling pandang, dan salah satu dari mereka berkata, “Demi Allah, dia itu nabi sejati dan jika dia mengutuk kita, niscaya Allah menjawab doanya dan menghancurkan kita semua. Maka, satu-satunya jalan yang dapat menyelamatkan kita semua di sini adalah memohon kepadanya agar melepaskan kita dari rapat ini”.
Uskup agung menimpali ucapan itu, lantaran di hatinya digelayuti rasa takut yang tak bisa dilawan, “Wahai kaum Nasrani, sungguh aku melihat wajah-wajah manusia yang jika mereka minta pada Allah mengerakkan gunung, Dia pasti akan melakukannya. Jangan adakan rapat ini atau kalian akan dihancurkan dan tak akan ada lagi orang Nasrani tinggal di bumi hingga hari kebangkitan.”
Utusan kaum Nasrani itu pun menghadap pada nabi. Utusan dari kaum Nasrani itu meminta kepada rasulullah untuk mengurungkan mubahalah sebab mereka semua dicekam ketakutan yang sungguh luar biasa. Tak terbayangkan dalam benak mereka semua, jika laknat dari Allah itu benar-benar akan datang dan menghanguskan tubuh mereka. Tak terbayangkan, jika ucapan nabi untuk mengutuk utusan kaum Nasrani itu kemudian menjadi kenyataan. Maka utusan kaum Nasrani itu kemudian memohon kepada nabi, “Abul Qasim, bebaskan kami dari rapat yang khidmat ini.”
Suasana di tempat mubahalah itu pun serasa mencekam. Nabi melihat dengan jelas wajah-wajah utusan dari kaum Nasrani itu dilanda perasaan takut dan cemas. Dari raut wajah mereka itu, Nabi tahu bahwa permohonan mereka itu adalah bentuk kekalahan yang telak. Maka nabi menjawab, “Sungguh akan aku lakukan, Dia yang mengirimku dengan kebenaran adalah Saksiku dan jika saja aku mengutukmu, Allah tak akan menyisakan seorang Nasrani pun di muka bumi.”
Nabi Muhammad akhirnya memenuhi permintaan utusan Nasrani untuk mengurungkan mubahalah dan membatalkan laknat Allah itu tiba. Tetapi nabi memperingatkan bahwa mereka akan tetap ditimpa laknat Allah kalau mereka tidak menyadari akan kesalahan mereka lantaran telah berani menantang nabi untuk melakukan mubahalah.
Tak ingin ditimpa laknat Allah, mereka pun merindukan untuk selamat dari bencana yang sangat menakutkan itu. Maka tidak ada pilihan lagi bagi utusan kaum Nasrani itu untuk tidak mengajukan ganti rugi pada kaum muslimin berupa beberapa ratus potong pakaian. Rasul menyetujui, tetapi masih menyertakan syarat agar mereka tak menghalangi dan mempersulit utusan nabi yang akan dikirim ke Najran untuk mendakwahkan Islam bagi penduduk Najran.
Sejak saat itulah, tak ada lagi halangan dan rintangan dari kaum Nasrani ketika utusan Rasulullah menyebarkan agama Islam ke daerah Najran. Islam lalu berkembang dengan pesat, membawa umat mausia dari kegelapan menuju cahaya
BACA ARTIKEL TERBAIK LAINYA 
BACA DISINI

sumber http://nm-hidayah.blogspot.com/2008/05/kisah-perdebatan-nabi-dengan-pemuka.html

Nasehat Untuk Suami

NASEHAT UNTUK SUAMI

1. Hargai isterimu sebagaimana engkau menghargai ibumu, sebab isterimu juga seorang ibu dari anak-anakmu..

2. Jika marah, boleh tidak berbicara dengan isterimu, tapi jangan bertengkar dengannya (membentaknya, mengatainya, memukulnya)..

3. Kantung rumah adalah seorang isteri, jika hati isterimu tidak bahagia, maka seisi rumah akan tampak seperti neraka (tidak ada canda tawa, manja, perhatian),maka sayangi isterimu agar dia bahagia dan kau akan merasa seperti disurga..

4. Besar atau kecil gajimu, seorang isteri tetap ingin diperhatikan. dengan begitu, maka isterimu akan selalu menyambutmu pulang dengan kasih sayang..

5. 2 orang yang tinggal 1 atap (menikah) tidak perlu gengsi, bertingkah, siapa menang siapa kalah. karena keduanya bukan untuk bertanding melainkan teman hidup selamanya..

6. Di luar banyak wanita idaman melebihi isterimu,namun mereka mencintaimu atas dasar apa yang kamu punya sekarang, bukan apa adanya dirimu,saat kamu menemukan masa sulit, maka wanita tersebut akan meninggalkanmu dan punya pria idaman lain dibelakangmu..

7. Banyak isteri yang baik,tapi diluar sana banyak pria yang ingin mempunyai isteri yang baik dan mereka tidak mendapatkannya. mereka akan menawarkan perlindungan terhadap isterimu,maka jangan biarkan isterimu meninggalkan rumah karena kesedihan, sebab ia akan sulit sekali untuk kembali..

8. Ajarkan anak laki-lakimu bagaimana berlaku terhadap ibunya, sehingga kelak mereka tahu bagaimana memperlakukan isterinya..


BACA ARTIKEL TERBAIK LAINYA 
BACA DISINI

Semoga Bermanfaat..